Assalamualaikum Wr Wb

Wilujeng sumping ka sadayana di blog abdi, mugia aya manfaatna...
.









Senin, 31 Januari 2011

Tanda Akad Itu


Berkumpulnya dua jiwa, saling menopang
Bersatunya dua cita & asa, saling mengisi
Bertemunya dua karakter, saling melengkapi
Berpadunya dua potensi & visi, saling menguatkan

terjadi karena cinta…

lebih dari sekedar hanya ingin menghalalkan yang haram
bukan hanya mencari pelampiasan sesaat
lebih dari sekedar mengikuti tuntutan usia
bukan hanya menghamburkan uang dunia

tetapi ini…

untuk menyempurnakan agama samawi
proses menemukan pendamping hidup sejati nan menawan hati
mengesahkan seorang bapak yang menafkahi
mengesahkan seorang ibu yang mengasihi
menambahkan rezeki
menyalurkan kebutuhan fitrah insani
mewarisi keturunan pembahagia hati
peluang meraih kebahagiaan yang hakiki

sulit mencari pendamping yang ideal
susah menemukan pasangan yang sempurna
pasti ada kekurangan di banyak sisi
karena ini pertemuan dua manusia
bukan pertemuan dua malaikat
pertemuan antara ikhtiar insani
dengan takdir ilahi yang sah

perlu sikap saling bertoleransi
perlu sikap saling memahami
perlu sikap saling menghormati
perlu sikap saling menahan diri
perlu sikap saling menasehati
perlu sikap saling berevaluasi
perlu sikap saling mengingat mati

tak akan kuat diri ini mengemban amanat besar nan suci ini
tak akan mampu diri ini berdiri hanya dengan dua kaki
begitu lemah jiwa ini menahan keangkuhan diri
perlu sentuhan Ilahi
perlu bantuan Robbul Izzati
kuatkanlah ikatan ini
pertahankanlah perjanjian mulia ini
muliakanlah cinta ini
anugrahkanlah mutiara hikmah dibalik semua ini
munculkanlah berkah dalam setiap perjalanan ini
agar menjadi keluarga dakwah sakinah nan abadi
sebagai perantara menuju jannati
penuh dengan ridho Ilahi.
Amiin…

Minggu, 16 Januari 2011

Menikah karena Allah


1.ketika akan menikah janganlah mencari isteri, tetapi carilah ibu bagi anak-anak kita.janganlah mencari suami, tetapi carilah ayah bagi anak-anak kita.

2.ketika melamar anda bukan sedang meminta kepada orangtua/wali si gadis, tetapimeminta kepada allah melalui orangtua/wali si gadis.

3.ketika akad nikah anda berdua bukan menikah di hadapan penghulu, tetapi menikah di hadapan allah.

4.ketika resepsi pernikahan catat dan hitung semua tamu yang datang untuk mendo'akan anda, karena anda harus berpikir untuk mengundang mereka semua dan meminta maaf apabila anda berpikir untuk bercerai karena menyia-nyiakan do'a mereka.

5.sejak malam pertama bersyukur dan bersabarlah anda adalah sepasang anak manusia dan bukan sepasang malaikat

6.selama menempuh hidup berkeluargasadarilah bahwa jalan yang akan dilalui tidak melulu jalan bertabur bunga tapi juga semak belukar yang penuh dengan onak dan duri

7.ketika biduk rumah tangga oleng jangan saling berlepas tangan, tapi sebaliknya justeru semakin erat berpegangan tangan.

8.ketika belum memiliki anak cintailah isteri atau suami anda 100%.

9.ketika telah memiliki anak jangan bagi cinta anda kepada (suami) isteri dan anak anda, tetapi cintailah isteri atau suami anda 100% dan cintai anak-anak anda masing-masing 100%.

10.ketika ekonomi keluarga belum membaikyakinlah bahwa pintu rizki akan terbuka lebar berbanding lurus dengan tingkat ketaatan suami dan isteri.

11.ketika ekonomi membaik jangan lupa akan jasa pasangan hidup yang setia mendampingi kita semasa menderita.

12.ketika anda adalah suam iboleh bermanja-manja kepada isteri tetapi jangan lupa untuk bangkit secara bertanggung jawab apabila isteri membutuhkan pertolongan anda.

13.ketika anda adalah isteri tetaplah berjalan dengan gemulai dan lemah lembut, tetapi selalu berhasil menyelesaikan semua pekerjaan.

14.ketika mendidik anak jangan pernah berpikir bahwa orangtua yang baik adalah orangtua yang tidak pernah marah kepada anak, karena orangtua yang baik adalah orangtua yang jujur kepada anak.

15.ketika anak bermasalah yakinlah bahwa tidak ada seorang anakpun yang tidak mau bekerjasama dengan orangtua, yang ada adalah anak yang merasa tidak didengar oleh orang tuanya.

16.ketika ada pil jangan diminum, cukupkanlah suami sebagai obat.

17.ketika ada wil jangan dituruti, cukuplah isteri sebagai pelabuhan hati.

18.ketika memilih potret keluarga pilihlah potret keluarga sekolah yang berada dalam proses pertumbuhan menuju potret keluarga masjid.

19.ketika ingin langgeng harmonis gunakanlah formula 6 k :ketaqwaankasih sayangkesetiaankomunikasi dialogisketerbukaankejujuran

*berbagai sumber

Jumat, 07 Januari 2011

Kupinang engkau dengan Bismilah


Teringat saat dulu, saat pencarian teman hidupku lagu itu yg selalu menemaniku dalam kesendirianku dalam lamunaku, syair munjat cinta terasa pas untukmenemaniku dlam penantianku unutk menjemput teman hidupku yang akan menajdi bidadarku kelak.

Walau aku senyum bukan berarti
Ada yang tak ada di hati ini
Di jiwa ini hampa

yah..aku selalu tersenyum ketika bertemu teman-teman, ketika maen futsal bareng teman kantor, atau ketika mudik bertemu ibu dan bapaku, tapi sungguh hati dan jiwaku ini hampa karena tidak adanya cinta dalam hatiku yang akan slalu menemaniku, untuk temaniku dalam kesepian, unutk mengukir cerita cinta...tapi saat itu ada saja cobaan hidup dan aku merasa seakan aku ini hina.

setiap pulang sholat subuh dari mesjid ragunan, lagu tersebut seakan terngiang-ngian dalam pendengaranku, udara pagi yang dingin seakan semakin membuatku hatiku benear-benar membutuhkan cinta.

Tuhan berikanlah aku cinta
Aku juga berhak bahagia
Berikan restu dan halal-Mu
Tuhan beri aku cinta

Y Allah hanya Engkaulah Allah dzat pemilik cinta itu, ku terus memhon dalam sujud2ku agar engaku berikan cinta untuku, restMU dan halalMU....indah untuk dikenang saat2 kesendirianku, dan aku salalu yakin setiap manusia sudah ditentukan jodohnya masing-masing, aku mempunyai keyakinan kepada Allah bahwa Dia akan memberikan yang terbaik untuku tapi tetap berikhtiar sekuat tenaga untuk mendapatkanya.

Jodoh kita sudah tertulis di lauhul mahfuzh, mau diambil dari jalan mana? jalan halal atau jalan haram, dapatnya yang itu juga, yang beda rasa keberkahanya...

semau mengharapkan jodoh yang terbaik, namun banyak orang yang berpendapat bahwa jodoh telah ditetapkan di lauhul mahfuzh, kita tidak bisa mengubahnya lagi jadi kita cukup menunggunya nanti pasti akan datng sendiri, padahal pendapt seperti ini adalah pendapat yang salah, kalau tidak di jemput ya jodoh tidak akan datang, menjemputnya bisa melalui doa dan ikhtiar yang  maksimal...yah modalku unutk mencjemput jodoh hanya doa dan ikhtiar yang cukup, tapi seandainya jodoh yang aku pinta tidak dikabulakn atau tidak sesuai dengan keinginanku, aku selalu ingat firman Allah :

“ Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Al- Baqarah:216

ikhlas dan sabar dengan takdir Allah adalah satu hal yang harus aku tanamkan dalam diri aku bahwa Allah mengetahui yang terbaik buatku,  maksimalkan doa maksimalkan ikhtiar selanjutnya biarkan Allah yang menjawab doa dan ikhtirku...itulah saat-saat kesendirianku saat-saat pencarianku, ada rasa senang sedih, menjalani hidup dengan tak hentinya berdoa dan berikhtiar, tapi semoga akan menjadi ladang pahala buatku...amin

kini, hari ini di awal taun 2011 tepatnya tanggal 2 januari aku bulatkan tekad untuk meminang bidadari, yah.. bidadari berkerudung putih, bermata jeli, berparas ayu, beralis tebal berkumis tipis di bibirnya..kubulatkan tekad untuk meminangnya untuk menjadi bagian dari hidupku, dalam suka ataupun duka, dalam senang ataupun sedih.Alhamdullilah. Hari ini akhirnya aku berangkat juga, yahh.. berangkat untuk melamarmu, setelah sebelumnya kau menerima khitbahku. Terik matahari menyengat, terbiaskan oleh film kaca mobil, teredam oleh dinginnya AC mobil , yang menemaniku sepanjang perjalanan menuju rumahmu Ku berangkat bersama ayah , ibu, dan kaka tercinta, di temani dengan sodara-sodara dekat,  Alhamdullilah sodara2ku tercinta mau membantu proses ini dengan sangat senang sekali,mulai dari transportasi sampai nanti ketika akan bertemu dan membicarakan proses lamaran dengan calon mertuaku. Sepanjang perjalanan, bapak, uwa, dan ibuku bercanda-canda kecil mengenai begitu lucunya waktu masa kanak-kanakku dulu. Ohh tidak!!,aq sedikit malu mereka membicarakanku, bahkan mereka pada awalnya sangat tidak percaya, aku yang sebelumnya masih suka bermain-main pasir, bermain srodotan di halaman rumah, atau menangis minta dibelikan mainan sekarang sudah meminta untuk menikah…hehehe, sedikit bangga aq memikirkann...maksih abah, maksih ambu...

Kau, dengan rona gelisah bertabur bahagia
merangkai kata demi kata dalam diammu

Aku, tertunduk malu bercampur haru yang membiru
menahan detak jantung yang tak berirama

Pertunangan kita di suatu senja…
adalah awal dari sebuah cerita
yang kelak ‘kan terukir pada cincin cinta kita

dengan perasaan bercampur-aduk rasa gelisah rasa senang deg-degan detak jantung ini karean hari ini adalah hari yang bersejarah dalam hidupku, dimana hari ini adalah awal menuju kehidupan denganya, dimana aku harus serius lagi dalam hidup ini menutup wanita lain dalam hatiku.


setelah sholat dhuhur berjamaah aku dan keluargaku menuju kerumahnya disambut dengan senyuman yang tulus dari pihak keluarga aku dan rombinganku masuk dan duduk dirumahnya,  ahhh beginikah rasanya meminang bidadari..perasaan malu, gelisah bahagia bercampur menjadi satu..hasilnya keringat dingin keluar dari keningku dari punggungku. tapi perasaan itu hilang takala aku melihat dia sang bidadari..ahh begitu ayunya dia, begitu cantiknya dia bidadari berkerudung coklat itu akan segera aku pinang, ingin sekali menatapnya lebih lama tapi aku harus tahan perasaan ini..BIDADARIKU saat kukatakan dengan indah IZINKAN AKU MEMINANGMU...MENIKAHLAH DENGANKU..jadikan aku raja bagimu dalam istana hatimu...

yah hari ini aku melamarmu, matahari tak terik, udara yang sejuk dan gerimis hujan menjadi saksi dan niat yang tulus,Langit mengirimkan awan untuk memyangi langkah menuju dirimu yang menunggu dengan seulas senyum, semoga akan membawa keberkahan.Aku melihat tanda-tanda alam yang kesemuanya adalah semesta yang sedang melingkupi kita.
Hari ini aku melamarmu. Ada rasa takut yang mulanya merayap di hati ini. Bukan takut pada segala yang melingkupimu. Aku takut kalau-kalau tak mampu memikul beban sejarah dan tanggungjawab atasmu. Tapi tenggelam dalam sungai ketakutan bukanlah solusi yang baik. Aku mesti mengalir dan menelusurikehidupanmu demi memastikan tanaman bahagia tetap tumbuh semerbak di hatimu. Aku mesti member air kehidupan, memberi pupuk, dan menjadi matahari atas tunas kehidupanmu. Dan betapa bahagianya diriku ketika dirimu mekar dan indah semerbak bersamaku.


Hari ini aku melamarmu. Aku memberanikan diri untuk menyayangimu, menemani hari-harimu, dan menjadi sosok yang baik untuk menelan segala sedihmu. Kita akan membuka lembaran baru dari buku kehidupan kita yang kelak akan dipenuhi catatan yang kita goreskan bersama. Kita akan sama-sama menjadi saksi atas buku kecil sejarah kehidupan kita masing-masing. Kita akan sama-sama memberi makna atas setiap jengkal perjalanan kita. Sebab kita adalah dua tubuh dan satu jiwa. Kau dan aku akan melebur jadi satu kesatuan.samapai pada acara inti, saat bapaku meminta untuk meminangmu, deg..deg..deg jantungku berdebar-debar karena ini adalah acara yang paling inti.

" sebelumnya saya dan keluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya jika kedatangan kami sekeluarga kurang berkenan di hati bapak ibu sekalian, kedatangan kami kesini tiada maksud hanya ingin meminang putri bapak yaitu prasmitha, anak kami merasa sudah cocok dengan putri bapak, sebagai bukti dari keseriusan anak kami maka kami selaku orangtua dengan mengucap Bismillah bermaksud meminang putri bapak, yaitu neng prasmitha..tidak banyak kalimat yang di ucapkan orang tuaku, kini giliran pihak keluarga dia yang berbicara,

dan di ucapkan langsung olh bapaknya mitha.

" dengan hati yang suci dan dengan tangan terbuka seluas samudra kami sebgai orangtua menerima pinangan ini... 
alhamdulilah pinangnaku di terima, hari ini adalah hari yang paling bahagia, karena dia bidadari berparas ayu telah aku miliki...terima kasih ya Allah.." Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapatmembuat hidupku menjadi sempurna"..terima kasih bidadariku kau terima pinganan ini bahagia meski mungkin tak sebebas merpati.ada perasaan haru biru, senang sedih, hampir saja air mata ini keluar dari kelopak mataku tapi aku tahan agar tidak meneteskan air mata ini, apalgi saat ibu mengenakan cincin itu pada jemari lembtunya, sudah ga kuat lagi hati ini menahan haru ingin aku menangis sejadi-jadinya, anakmu ini yang dulu engkau susui engkau manja, ingin sekali aku memelukmu ibu, terima kasih bapak, ibu kau telah bawakan dia untuku, terima kasih juga ats restumu  karean restumu adalah restu Allah juga.Acarapun selesai di tutup dengan doa semoga semuanya mendapatkan keberkahan.

Barakallah
Mudah-mudahan Allah memberkahi, baik ketika senang mahupun susah dan selalu mengumpulkan   pada kebaikan


Kupinang engkau dengan Al Quran
Kokoh suci ikatan cinta
Kutambatkan penuh marhamah
Arungi bersama samudra dunia

Reff :
Jika terhempas di lautan duka
Tegar dan sabarlah tawakal pada-Nya
Jika berlayar di sukacita
Ingatlah tuk selalu syukur padaNya

Bridge :
Hadapi gelombang ujian
Sabarlah tegal tawakal
Arungi samudra kehidupan
Ingatlah syukur pada-Nya

Minggu, 02 Januari 2011

PERNIKAHAN ITU MEMBUKA TABIR RAHASIA


pernikahan itu…
membuka tabir rahasia, bahwa isteri yang kita nikahi…
tidaklah secantik Zulaikha… tidaklah selembut Aisyah,
tidaklah setakwa Maryam… tidak pula setabah Fathimah,
apalagi semulia Khadijah…
akan tetapi dia hanyalah perempuan akhir zaman yang ingin memperbaiki diri, tuk belajar menjadi seorang wanita yang shalihah…
ia adalah wanita yang tidaklah sempurna, sehingga ia merasa sempurna ketika Tuhan menakdirkan kita hadir dalam kehidupannya, tuk selalu setia menemaninya saat senang maupun susah…

pernikahan itu… mengajarkan kita kewajiban bersama…
jika isteri menjadi tanah, kitalah langit penaungnya
jika isteri ladang tanaman, kitalah pagar penjaganya
jika isteri adalah murid, kitalah pembimbingnya
jika isteri bagaikan anak kecil, kitalah tempat bermanjanya
saat isteri menjadi madu, teguklah sepuasnya
seketika isteri menjadi racun, kitalah penawar bisanya
seandainya isteri tulang yang bengkok, maka lemah lembutlah saat meluruskannya …
pernikahan menyadarkan suami isteri, perlunya iman dan takwa, tuk bersama meniti sabar dalam menggapai ridhaNya…

pernikahan itu…
menyingkap tabir rahasia, bahwa suami yang kita nikahi…
tidaklah setampan Yusuf… tidaklah segagah Musa,
tidaklah setaat Ibrahim… tidak pula setabah Ayyub,
apalagi semulia Muhammad…

akan tetapi dia hanyalah laki-laki akhir zaman yang ingin memperbaiki diri, tuk belajar menjadi seorang pria yang shalih…
ia adalah pria yang tiadalah sempurna, sehingga ia merasa sempurna ketika Tuhan menakdirkan kita hadir dalam kehidupannya, tuk selalu setia di sampingnya saat senang maupun susah…

pernikahan itu… mengajarkan kita tanggung jawab bersama…
jika suami menjadi rumah, kitalah penghuninya
jika suami nahkoda kapal, kitalah pembaca petanya
jika suami bagai anak kecil yang nakal, kitalah penuntun kenakalannya
saat suami menjadi raja, nikmatilah anggur singgasananya
seketika suami menjadi bisa, kitalah penawar racunnya
seandainya suami sedang marah, maka bersabarlah saat memperingatkannya…
pernikahan menginsyafkan suami isteri, perlunya iman dan takwa, tuk bersama meniti sabar dalam mencari ridhaNya…

pernikahan itu… bagaikan sebuah bahtera…
bahtera yang bersandar di pelabuhan itu memang aman dan nyaman, namun bukanlah itu tujuan dibuatnya bahtera… begitu pula bahtera rumah tangga, akan selalu ada terpaan gelombang yang menerjang, pun badai cobaan yang menghadang… kadang kecemburuan, kadang perselisihan, kadang fitnah, kadang perdebatan, kadang saling mendiamkan, kadang menipisnya kepercayaan, atau kadang tak sejalan… adalah hal yang lumrah dalam rumah tangga pernikahan… maka kesabaran, kerendah hatian, kelemah lembutan, berlapang dada, saling memahami dan saling memaafkan, adalah kunci utama tuk menjaga ikatan suci pernikahan…
pernikahan itu… kebahagiaan sesungguhnya bukan pada…
menggunungnya harta yang kita kumpulkan, atau kelapangan hidup yang selalu kita dapatkan… apabila ternyata semua itu hanyalah cobaan, atas segala kelalaian kita akan kampung halaman abadi yang Dia janjikan… bila semua itu menjadikan kita hamba ketenaran, yang berlomba dalam kemewahan, tak peduli lagi mana halal mana haram, hingga tibanya hari yang dijanjikan… maka pada hari itu, para kekasih saling mengingkari, suami isteri yang di dunia dulu seperti putri dan pangeran, kini mereka bermusuhan dan saling menyalahkan… sebab mereka dahulu tidak saling melarang dalam keburukan… dan adakah kerugian yang lebih perih bila sampai kita digiring ke dalam neraka yang dinyalakan…

pernikahan itu… kebahagiaan sesungguhnya ada pada…
barakahnya rezeki yang kita kumpulkan, serta diberikanNya kita petunjuk dalam keimanan, ketakwaan, dan ketaatan, hingga tibanya hari yang dijanjikan… maka pada hari itu, para kekasih saling dipertemukan, karena seorang kekasih akan bersama lagi dengan yang dikasihinya, seorang isteri akan kembali bersama suami yang dicintainya… sebab mereka dahulu saling bersabar dalam melakukan kebaikan… dan adakah keuntungan yang lebih indah dari diucapkannya salam yang iringi kita bersama orang-orang yang kita cintai tuk masuk ke dalam syurga abadiNya yang ditinggikan…

pernikahan itu… bukanlah sebuah pertemuan…
antara malaikat dan bidadari…
melainkan pertemuan antara seorang adam dan seorang hawa…
yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan,
oleh karena itulah mereka saling melengkapi…
maka janganlah menuntut terlalu tinggi pada sang isteri
karena justru kita sendirilah yang akan tersentak, atas kekurangan diri…
ternyata kita bukan Rasulullah yang begitu adil dan bijaksana,
ternyata kita bukan pula Ali yang begitu berkasih sayang pada keluarga…

maka janganlah menuntut terlalu tinggi pada sang suami
sebab justru kita sendirilah yang akan tersentak, atas kelemahan diri…
ternyata kita bukan Khadijah yang begitu sempurna dalam menjaga,
ternyata kita bukan pula Fathimah yang begitu setia dalam sengsara…

mengapa kita terlalu mendamba isteri sehebat Khadijah, andai diri tak semulia Rasulullah…
mengapa kita terlalu mencari isteri secantik Bilqis, andai diri tak sehebat Sulaiman…
mengapa kita terlalu mengharap suami setampan Yusuf, andai kasih tak setulus Zulaikha…
mengapa kita terlalu mencari suami seteguh Ibrahim, andai diri tak setabah Hajar dan Sarah…
kita ini hanyalah lelaki dan perempuan akhir zaman, yang ingin saling memperbaiki diri tuk belajar menjadi pria dan wanita yang shalih dan shalihah… dan bersama membangun keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah…

Senin, 27 Desember 2010

CERITA UMAR BIN KHOTOB YANG MEMBUAT ROSULULLOH TERTAWA DAN MENANGIS

Suatu ketika Rosululloh Saw berkumpul dengan para Sahabatnya, beliau bertanya kepada Para sahabatnya “Siapa diantara kalian yang bisa membuat aku tertawa “? Saya Ya rosul jawab Umar bin khotob. Kemudian Sahabat Umarpun memulai ceritanya.” Dahulu sebelum aku mengenal Islam ,aku pernah Membuat Patung berhala dari Manisan , sewaktu aku lapar aku memakan berhala tersebut mulai dari kepalanya, terus tangannya hingga habis tak tersisa.” Mendengar cerita Umar Rosululloh Saw Tertawa hingga kelihatan gigi grahamnya, Beliaupun bersabda” Dimana akal kalian waktu Itu ?” Umar Menjawab “Akal kami memang Jenius tapi waktu itu yang menciptakan alam menyesatkan kami”



Lalu Rosululloh berkata kepada Umar” Ceritakan kepadaku Hal yang membuat aku menangis”? Umarpun memulai ceritanya ” Dahulu aku punya seorang anak perempuan, aku ajak anak tersebut kesuatu tempat, Tiba ditempat yang aku tuju aku mulai menggali sebuah lubang, setiap kali tanah yang aku gali mengenai bajuku ,maka anak perempuanku membersihkannya. Padahal dia tidak mengetahuinya seseungguhnya lubang yang aku gali adalah untuk menguburnya hidup-hidup untuk persembahan berhala. Setelah selesai menggali lubang aku kubur anak perempuanku hidup-hidup . Mendengar cerita itu Meneteslah air mata rosululloh Saw begitupun dengan Umar menyesali perbuatan Jahiliyyahnya sebelum dia mengenal Islam.

Begitulah sekelumit cerita Umar bin khotob sebelum dia Mengenal Nabi Muhammad SAW , Umar terkenal sangat sadis dan kejam kepada siapa saja, begitu mengenal Rosululloh SAW hatinya luluh dan menjadi orang yang sangat sabar dan tawadhu.

Senin, 06 Desember 2010

Ane di wisuda Gan!!!


setelah pulang kerja sekitar pukul 5 sore aku buru-buru pulang ke rumah aku mau istirahat sebentar memejamkan mataku terlebih dahulu karean sejak tadi siang kepala dan badanku sungguh tidak enak enak sekali, aku pejamkan mataku..lagi nikmatnya tidur terdengar suara Adzan memanggil buru-buru aku bangunkan badan menuju kamar maandi untuk membersihkan diri unutk menunaikan sholat berjamaah...selesai sholat aku persiapkan besok unutk acara wisuda, mulai dari baju wisuda, surat undangan dan lain-lain, setelah terkumpul dengan rapih aku masukan ke dalam tasku karean malam ini aku mau nginep di rumah temanku di cibitung supaya nanti pagi tidak kesiangan pas acaranya. setelah smeua beres aku meluncur bersama teman kantor menggunkan motor  menuju kota cibitung.

jam 3 malam aku terbangun karean teman kostku membangunkanku.."de bangun barca sama real madrid udah mau main".. dengan mata yang masih ngantuk aku mencoba bangun unutk menonton pertandinagn el casino antara barca vs madrid. aku minum kopi setegug supaya mata tidak ngantuk akhirnya aku menikamti tayangan sepakbola liga spanyol walaupun tim jagoanku kalah telak tapi gpp barca mainya jg bagus dan menghibur, selesa tayangan sepak bola aku langsung mandi untuk sholat subuh dan perisapn bahwa hari itu aku mau wisuda. setaleh persipan selesai tiba-tiba terdengar suara hpku berbunyi, ternyata panggilan dari kakaku bahwa sudah menunggu di tol cibitung, langsung saja aku menuju tol cibitung unutk menemuinya. di mobil sudah ada bapak ibu kedua kakaku dan ke dua kaka iparku.setelah ngobrol dan sarapan aku dan keluarga langsung menuju tempat wisuda yaitu di hotel horison.

30 november 2010, sekitar pukul 07.00 WIB aku sudah berada di depan gedung Hotel horison bekasi yang sedang punya gawe gedhe “Pelepasan Wisudawan Wisudawati Unisma bekasi Dari jenjang Pasca Sarjana, sarjana dan diploma angkatan berapa aku ga terlalu tahu tapi kalau ga salah yang ke 28. 

Segera saja kulangkahkan kakiku menuju ke dalam gedung Hotel Horison lantai 3 didampingi ibu dan bapaku untuk persiapan akhir sebelum memasuki gedung sidang. Sebenarnya, acara ini merupakan wisuda yang keduaku. Sebelumnya, aku pernah diwisuda saat tamat / khatam al Quran di TPA kampungku. Oh tidak ding, hehehehe...

Wisuda kali memang terbilang lamabat bukanya tidak lulu-lulus, aku lulus tepat waktu cuma acara wisudanya saja yang belum ada waktu yang tepat, dan belum ada pendamping wisuda hehehe...karena ketika kuliah dulu aku berjanji bahwa aku ingin mempersembahkan gelar wisudaku dan pendamping wisudaku ke orang tuaku, dan baru terlaksana taun ini...alhamdulilah amin



Kembali ke seremonial acara wisuda. Memasuki ruang sidang Auditorium, aku duduk di kursi bernomor 15, aku duduk di barisan fakultas teknik sebelahan dengan fakultas bahasa dan sastra.

Acara kemudian berlanjut mulai dari laporan akademik, sambutan-sambutan, sampai kepada penyerahan ijazah asli dan pemindahan tali topi wisuda ke sebelah kanan (entah apa namanya aku tidak tahu). Prosesi itu merupakan prosesi yang paling lama memakan waktu karena 400 wisudawan dan wisudawati (kalau semua hadir) dipanggil namanya satu persatu untuk menerima ijazah asli dari Dekan masing-masing Fakultasnya. dalam penantianku aku agak gelisah hanponku tidak aku bawa karena dilarang membawa alat komunikasi ke ruang sidang. aku kwatir sama bidadariku  jangan-janagan tidak tau tempatnya. ah aku pasarah saja mungkin dia sudah bertemu dengan kakaku dan lagi menungguku di luar.


Tiba giliranku, aku maju ke depan ke arah Dekan Fakultas teknik, menerima ijazah, memindah tali pada topi wisuda, dan kemudian bersalaman dengan beliau. Seraya menjabat tanganku, ia berkata,”Selamat ya de..!”Aku pun menjawab, “Terima kasih, Pak.” aku berfikir mungkin aku berunutng dan bersykur karean saat wisudaku aku sudah mendaptkan pekerjaan, aku ga bisa membayangkan jika setelah wisuda aku menganggur karean saat ini banyak sarjana setelah lulus malahan menjadi pengangguran, beruntung aku ya Allah..dalam hati kecilku berdoa.Setelah aku duduk kembali ke tempat semula, aku merasa bete menunggu prosesi penyerahan ijazah yang aku rasa masih akan berlangsung lama.
setelah acara inti yaitu wisuda atau pemindahan tali wisuda, acara dialnjutkan dengan hiburan paduan suara, soeara serayu unisma bekasi, begitu harunya saat paduan suara menyanyikan lagu bunda,

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Pikirkupun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku


Kata mereka diriku slalu dimanja
Kata mereka diriku slalu dtimang

Nada nada yang indah
Slalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya

Tangan halus dan suci

Tlah mengangkat diri ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan



Oh bunda ada dan tiada dirimu
Kan slalu ada di dalam hatiku

ah ibu, teringat waktu kecil engkau slalu memanjakanku, dari TK sampai sma engkau slalu menyiapkan sarapan terbaik untuku, engkau slalu menemaniku ketika belajar di rumah, engkau slalu menungguku dengan sabar ketika aku belajar ngaji di mushola al ikhlas, engkau slalu membangunkanku unutk slalu sholat malam, dan ayah tanpa pamrih berjuangan untuk bisa menyekolahku hingga aku bisa sekolah dan menyelesaikan kuliah...ah tak terasa ada setes air hangat yang keluar dari kelopak mataku, lagu bunda yang di nyanyikan merdu oleh paduan suara serayu membuatku teringat akan jasa-jasa bunda dan ayah..kini aku telah dewasa tapi masih belum bisa aku juga membahagiakanmu, entah harus dengan cara apa agar  aku bisa membalas budimu, aku hanya ingin agar bunda dan ayahku selalu tersenyum kareanku..bagiku acara wisudaku tidaklah hal yang penting karena wisuda ataupun tidak wisuda tetap aku lulus dan jadi sarjana muda, tapi semata-mata hanya ingin membuat orang tuaku tersenyum bangga kepadaku, semata-mata hanya ingin membuatnya bahagia, aku ingin ayah bundaku menyaksikan keberhasilan mereka dalam mendidikmu sehingga aku bisa berdiri disini sebagai seorang wisudawan...bunda, ayah..wisudaku ini semata-mata hanya untukmu..dan bidadariku ini hanya untukmu..semoga engkau bahagia dan tidak sia-sia telah memiliki putra sepertiku dan telah mendidik dan membesarkanku..love you mom. love you pah..


Singkat cerita, selesailah prosesi acara wisuda, sambil menunggu giliran foto bersama aku menuju unutk menemui orang tuaku, betapa kagetnya aku ternyata ada gadis berjilbab pink tepat disamping ibuku..cantik dan anggun sekali..siapa yahh..aku dekati ternyata dia     bidadariku yang sudah ada di ruangan berdampingan dengan ibuku sejak dari pagi, hampir saja ga kenal soalnya cantiiiiikk sekali..hehe gombal banget sih, aneh ko bisa masuk ya padahal kan ga pakai pin!!! kirain dia tidak masuk atau menunggu di luar, ternyata dia menyaksikan sidang wisudaku dari pagi, orang tuaku dan dia juga heran kenapa dia bisa masuk.."ah mungkin sudah izin dari Allah semuanya tidak ada yang tidak mungkin, Allah slalu memudahkan semua urusanku..alhamdulilah Ya Allah..dia memberikan ucapan selamat, sambil berfoto bersama ibu, alhamdulilah akhirnya aku bisa wisuda dengan orang-orang yang aku sayangi, hmmm tapi ko serasa ada yang kurang ya..mmmm, honey!!! bunganya mana??? ko ga dikasih bunga sih..hehhe lupa ya,..
dari arah MC terdengar panggilan untuk fakultas teknik diharapkan unutk menuju depan rektoran unutk berfoto bersama rektor dan dekan fakultas teknik, setelah acara foto bersama usai sudah acara wisudaku. aku dan ibu dan bidadariku langsung menunaikan sholat dzuhur berjamaah sebagai bentuk rasa sykurku.

jam 2 siang aku meninggalkan hotel horison,matahari siang yang terik menemani perjalanan kami meninggalkan hotel horison. toga ini bukanlah akhir, melainkan awal dari segalanya.






Kamis, 02 Desember 2010

Ajarkan aku cinta


Tuhan,
Tak ingin aku seperti majnun
tenggelam dalam duka cinta,
Merindu dendam dalam balutan luka

Tuhan,
tak ingin aku seperti juliet
yang menuliskan cinta
pada kematian

Tuhan,
aku hanya ingin
bertemu cinta yang bermahkotakan taqwa
bertangis jika berulang dosa
dan merindu tak kurasa, jika saatnya belum tiba

karena Tuhan,
Sungguh tak ingin aku berperih
karena cinta,

Ajarkan aku memaknai cinta