Assalamualaikum Wr Wb

Wilujeng sumping ka sadayana di blog abdi, mugia aya manfaatna...
.









Selasa, 23 November 2010

surat untuk ibu

Pada kesunyian dunia yang terlalu dingin untuk bersuara. Dan disela-sela godaan sang angin pada pepohonan. Sejenak mengantarkanku pada perenungan tentang seorang Ibu. Wanita yang memberikanku curahan kasih sayang tanpa henti. Ia laksana melati yang tebarkan harum wewangian tanpa pernah meminta balasan. Ia jugalah yang memberikan tempat bernaung untuk anak-anaknya. Takkan pernah sanggup membalas curahan kasih sayangnya padaku. Takkan pernah mampu menghitung ribuan cintanya padaku. Sembunyikan peluh yang membasahi tanah demi diriku. Membasuh airmata yang terurai karena tingkahku.

Ia tanamkan harapan pada jiwa sesosok anak manusia. Membingkaikan mahkota dikepala sebagai simbol penerus masa depan. Rela geletakkan tubuhnya pada kasur yang bersimbah darah. Umpatan, cacian, dan makian yang terdengar takkan menyurutkan ikhlasnya. Ia bahkan rela menanggalkan arti sebuah kebahagiaan. Ia bahkan rela bersujud dihadapan anjing-anjing kekuasaan. Membelaiku saat tubuh terasa lemah oleh goresan-goresan waktu. Mengobatiku saat hati tercabik-cabik oleh jilatan para serigala. Membimbingku saat dua sisi memaksaku untuk memilih. Sehingga bimbang tak lagi melekat di peraduan akal dan pikiran. Tak pernah sedikitpun terucap kata pamrih darinya. Walau seharusnya ia mampu untuk memintanya kembali.

Ibu.. Ya.. Ibu.. Engkau menuntunku disetiap waktu menuju arah yang tepat. Engkau antarkan aku didepan gerbang kebahagiaan. Gerbang yang semestinya aku tapakkan laju langkahku. Hingga tak pernah ku sadari bahwa kau selalu mengawasiku bila ku terjatuh. Kau mengajarkan padaku tentang apa arti hidup. Agar aku dapat tetap tegar hadapi waktu yang selalu menikamku dengan perih. Menatap pasti setiap mimpi yang kan berarti. Mewujudkan semua keinginanku meski tak mudah untuk kau penuhi. Engkaulah yang selalu senandungkan suka disaat duka. Hingga duka yang kau jinakkan mampu terevolusi menjadi suka. Engkaulah yang selalu memberiku nuansa disaat hati terasa gundah.

Memapahku pada kesejukkan bahumu ketika ku bersedih. Saat dimana hati ini terlalu letih untuk menapaki hari. Kau sejukkan nuraniku ketika ku terkapar dalam kesenjangan lingkungan. Mereduksikan amarahku dalam kelabilan masa remaja. Ketika jalan terjal hidupku menemui statis. Kau memberiku wejangan-wejangan indah yang bermakna. Hingga tak pernah sekalipun kau membiarkanku terjebak dalam nestapa. Sebuah pengorbanan yang tak pernah mampu ku balas hingga akhir zaman. Selama hayat masih dikandung badan. Sepanjang masa, takkan pernah ku lupakan dirimu Ibu..

Ya Allah.. Wahai Tuhanku.. Berikanlah kebahagiaan pada ibuku hingga akhir waktu. Karena aku akan membahagiakannya sebagai bukti bahwa aku cinta padanya. Setulus kasih sayangku sebagai seorang anak. Aku akan bersujud dan merebahkan lututku ditelapak kakinya. Ia pasti kecewa jika hipokritas kehidupan membuatku terjungkal. Oleh karena itu, aku harus bangkit dari keterpurukkan yang selama ini membelenggu. Menyusuri setiap mimpi dan harapan yang menggarisi cita-cita. Membalas kepercayaan yang telah terbangun darinya. Hingga ku dapat taklukkan gelombang pasang yang menerjang. Dan mengokohkan diri agar tak mudah hancur terbawa arus.

Wahai Ibuku.. Aku berjanji untuk tidak menjadi seorang pengecut. Seperti yang kau idam-idamkan dariku. Aku juga tidak ingin seperti mereka yang keluar rumah dengan perasaan takut. Hingga membuat langkah mereka menjadi gemetar dalam gambar hari esok yang kian berwarna pekat.

Ibu, maafkanlah jika aku merasa malu mengutarakan isi hatiku ini dihadapanmu. Mencoba beranikan diri untuk merangkai makna dari tangisan jiwa disepanjang malam. Karena hanya dari coretan-coretan ini aku mampu melukiskan besar rasa cintaku padamu. Hingga keluh kesah inilah yang akan menuntunku untuk menjadi tegar. Percayalah Ibu.. Percayalah bahwa pengharapanmu padaku takkan pernah membuatmu kecewa. Akan ku pelihara selalu senyumku agar tak menjadi palsu. Akan ku nikmati kesedihan dan berusaha menjadi tangguh. Akan ku hadapi hidup ini dengan iman dan kesabaran. Serta mensyukuri karunia yang telah diberikan oleh-Nya seluas langit dan bumi.


Sekali lagi.. Terimakasih Ibu.. terimakasih atas segala materi yang telah kau beri. Terimakasih atas segala petuah yang telah kau hidangkan pada diri ini. Dari ujung hati ini, ijinkanlah buah hatimu untuk berikrar ikhlas tentang ungkapan rasa terimakasih.. Dari seorang yang selalu merindukanmu..

Senin, 22 November 2010

WASIAT ROSULULLOH S.A.W. KEPADA AISYAH

Saiyidatuna 'Aisyah r.'a meriwayatkan : Rasulullah SAW bersabda :
"Hai Aisyah, aku berwasiat kepada engkau. Hendaklah engkau senantiasa mengingat wasiatku ini. Sesungguhnya engkau akan senantiasa di dalam kebajikan selama engkau mengingat wasiatku ini..."
Intisari wasiat Rasulullah s.a.w tersebut dirumuskan seperti berikut: Hai, Aisyah, peliharalah diri engkau. Ketahuilah bahwa sebagian besar daripada kaum engkau (kaum wanita) adalah menjadi kayu api di dalam neraka.

Diantara sebab-sebabnya ialah mereka itu :

Tidak dapat menahan sabar dalam menghadapi kesakitan (kesusahan), tidak sabar apabila ditimpa musibah
tidak memuji Allah Taala atas kemurahan-Nya, apabila dikaruniakan nikmat dan rahmat tidak bersyukur.
mengkufurkan nikmat; menganggap nikmat bukan dari Allah
membanyakkan kata-kata yang sia-sia, banyak bicara yang tidak bermanfaat.

Wahai, Aisyah, ketahuilah :

bahwa wanita yang mengingkari kebajikan (kebaikan) yang diberikan oleh suaminya maka amalannya akan digugurkan oleh Allah

bahwa wanita yang menyakiti hati suaminya dengan lidahnya, maka pada hari kiamat, Allah menjadikan lidahnya tujuh puluh hasta dan dibelitkan di tengkuknya.

bahwa isteri yang memandang jahat (menuduh atau menaruh sangkaan buruk terhadap suaminya), Allah akan menghapuskan muka dan tubuhnya pada hari kiamat.

bahwa isteri yang tidak memenuhi kemauan suaminya di tempat tidur atau menyusahkan urusan ini atau mengkhiananti suaminya, akan dibangkitkan Allah pada hari kiamat dengan muka yang hitam, matanya kelabu, ubun-ubunnya terikat kepada dua kakinya di dalam neraka.

bahwa wanita yang mengerjakan sembahyang dan berdoa untuk dirinya tetapi tidak untuk suaminya, akan dipukul mukanya dengan sembahyangnya.

bahwa wanita yang dikenakan musibah ke atasnya lalu dia menampar-nampar mukanya atau merobek-robek pakaiannya, dia akan dimasukkan ke dalam neraka bersama dengan Isteri nabi Nuh dan isteri nabi Luth dan tiada harapan mendapat kebajikan syafaat dari siapa pun;

bahwa wanita yang berzina akan dicambuk dihadapan semua makhluk didepan neraka pada hari kiamat, tiap-tiap perbuatan zina dengan depalan puluh cambuk dari api.

bahwa isteri yang mengandung ( hamil ) baginya pahala seperti berpuasa pada siang harinya dan mengerjakan qiamul-lail pada malamnya serta pahala berjuang fi sabilillah.

bahwa isteri yang bersalin ( melahirkan ), bagi tiap-tiap kesakitan yang dideritainya diberi pahala memerdekakan seorang budak. Demikian juga pahalanya setiap kali menyusukan anaknya.
bahwa wanita apabila bersuami dan bersabar dari menyakiti suaminya, maka diumpamakan dengan titik-titik darah dalam perjuangan fisabilillah.

Minggu, 21 November 2010

Arjuna mencari bidadari 2

Dengan penuh kesabaran ku terus mencari dan mencari, karean ku yakin Allah akan slalu menolong setiap orang yang ingin membutuhkan pertolongan.ku coba ikhtiar kembali, banyak teman-teman seperjuangan dulu menawarkan biodata kepdadaku, suatu hari selepas sholat duhur di islamic center bekasi terselip perbincangan hangat dengan temanku. antum gman akh kapan nikah?? orang lain sudah punya anak berapa
ente masih betah sendirian". jujur saya bingung kalau dikasaih pertanyaan seperti itu
" kapan nikah?" berfikir seribu alasan unutk menjawab pertanyaan. aku jawab saja " ane
belum siapa akh"...ahhh mungkin jawabanku salah karean dengan jawabanku seperti itu
malah membuat temanku balik bertanya dengan seribu pertanyaan..hehehe banyak banget pertanyaanya.akhi kalau nunggu siap, kapan siapnya akh?? mau nunggu samapi umur 60 taun atau mau nunggu punya rumah dulu, mau nunggu punya mobil dulu atau mau nunggu punya pekerjaanya yang mapan dulu???? antum itu harus yakin kalau antum punya niat yang lurus karean Allah insyaallah jika kamu miskin Allah akan kayakan, jika kamu susah Allah akan kasih jalan keluarnya, masalah materi bisa dicari setelah menikah akh..jangan kwatir nanti setelah menikah mau dikasih makan apa istri dan anak-anak kita, mau tinggal dimana? semuanya serahkan sama Allah, biarkan Allah yang mengaturnya kita yang menjalaninya...aku hanya diam tak berkata bibir ini serasa kelu, tapi bener juga sih kalau nunggu siap, kapan siapnya..dia balik nanya kembali..akh..antum udah punya calon belum? saya jawab "belum"..kalau antum belum punya calon ane ada calon siapa tau cocok sama antum. ini biodatanya silahkan di pelajari, dipikrkan terlebih dahulu, kalau antum siap insyaallah akwat itu bisa menerima kamu apa adanya. saya hanya diam dikasih biodata dari teman saya.

teringat kata  Ust. Cahyadi takariawan menyatakan bahwa hanya ada 2 hal yang menjadi modal utama bagi para laki-laki/ ikhwan sebelum menikah yaitu materi dan kesholehan. Sisanya adalah keberanian untuk memilih dan membuat keputusan...Dan sudah kita fahami bersama bahwa laki-laki adalah pelaku aktif...tidak seperti wanita yang memang karena fitrahnya cenderung pasif  menunggu..ya modal seorang lelaki adalah keberanian..berani de, ayo bernai kamu bisa..hehehe... Saya sangat kagum dan salut terhadap mereka yang berani menikah di usia muda meski dengan keterbatasan-keterbatasan yang dimilikinya., tapi saya tak kalah menggagumi mereka yang rela menunda pernikahannya karena mengutamakan memuliakan ibu dan keluarganya terlebih dahulu. Ia rela mengorbankan usianya demi tanggung jawabnya sebagai tulang punggung keluarganya. Bukankah sampai kapanpun seorang laki-laki adalah milik Ibunya???


sesampainya di rumah pukul 16:00, ku rebahkan diri sejenak di tempat tidur..ahh punggunggu pegal sekali setelah melewati perjalanan macetnya bekasi-kebagusan. setelah cukup meregangkan otot-ototku kuambil air minum jus jambu yang kubeli dari cafe bang arfan..sruput jus jambu ku minum...ah segarnya..setelah meminum jus aku langsung membersihkan diri dikamar mandi. setelah mandi terdengar paggilan Allah memanggil dari arah mesjid al barokah, merdu sekali suara adzan itu...Allah aku memenuhi panggilanmu. setelah memakai baju koko dan tak lupa mengoleskan parfum bidadari subuh non alkohol  kulangkahkan kakiku ke mesjid memenuhi panggilaNya. ahh terima kasih y Allah Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku, terima kasih atas nikmat iman dan islam yang telah Engkau berikan kepadaku.setelah makan pecel lele ku teringat biodata dari temanaku, dengan berdebar-debar ku buka map tali yang berisi biodata diri, kubuka riwayat hidupnya, nama, umur pendidikan, moto hidup, visi misi dalam kehidupanya, kubaca dan kupelajari. ahh inikah calon bidadariku??? saya merasa belum ada keyakinan dalam hati, saya merasa bahwa dia terlalu memasang target yang tinggi dan itu tidak ada dalam diriku..ah pusing juga memikirnya, kucoba kuadukan dia pada Allah dalam istikarahku..setelah istikarah ko tidak ada kemantapan hati ya. ah mungkin ini jawaban dari istikarahku..akhirnya ku katakan pada sahabaku bahwa saya masih belum menerimanya. banyak tawaran dari sahabat maupun teman-temnaku tapi saya belum menemukan yang cocok yang pasa di hati saya. teringat hadist Rasaulullah yang bunyinya:

"Sesungguhnya Tuhan kalian sangat malu dan pemurah, IA malu apabila seorang hamba
mengangkat kedua tangannya lalu mengembalikannya dalam keadaan hampa (tanpa
hasil)" (HR. Abu Daud)

saya terus berdoa dan berusaha soal jodoh itu merupakan rejeki kita dalam rangkaian jodoh, azal, dan rejeki semuanya diatur dan ditetapkan pada waktu kita masih dalam kandungan. Cuma memang kita nggak tau seberapa rejeki kita (materi), kapan akan dipanggil lagi ke hadapan Allah, dan siapa pendamping hidup kita. Ini menjadi rahasia. Kalo sejak awal udah diberitahu. Wah, jadi nggak seru dong ya..kunikmati saja detik-detik bertemunya tulang rusuku yang hilang.

KIta memang harus memilih dalam hidup ini. Ada yang bilang, hidup adalah pilihan. Baik dan buruk kita sendiri yang menanggung sendiri. Agar manusia nggak salah pilih, Allah udah menurunkan Alqur'an yang membimbing manusia agar tidak salah langkah dan dapat memaknai hidup ini. Tujuan hidup adalah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Pokoknya kalo kita pelajari Alqur'an, kita akan merasakan indahnya hidup ini, hati yang tenang dan mantap menjalankan hidup.

Untuk memilih pasangan hidup yang tepat sebenarnya ada di dalam diri. Pasangan kita adalah cerminan dari kepribadian kita. Jadi kenalilah diri lebih dalam, pasti akan mengetahui siapa jodoh yang tepat buat kita. Yang pasti harus satu agama. Sah-sah aja memilih wanita idaman. Umumnya yang idaman itu adalah yang sempurna dong ya. Tapi apakah yang idaman itu benar-benar yang kita butuhkan ? Yang membuat kita nyaman dan merasa menjadi diri sendiri.  Umpamanya kita dah bertemu dengan seseorang idalaman. Tampang oke, kaya, pinter, bertanggung jawab dll kesempurnaan lainnya. Tapi selama kita menjalin hubungan, kita merasa nggak nyaman dan menjadi seperti orang lain.Perasaan tertekan..Artinya, bisa jadi itu bukan untuk kita..

kucoba terus pasrahkan diri pada Allah. Allah tahu apa yang tepat buat saya. Kalo kita ingin mendapatkan jodoh yang baik, kia pun harus baik..Jika kita telah menemukannnya dan memantapkan pilihan untuk bersama dengannya, tugas belum selesai. Kita punya tugas lain yang lebih berat yakni memelihara hubungan agar terus harmonis sampai akhir hayat.

Perkawinan bukan untuk menyatukan dua pribadi yang berbeda, melebur jadi satu. Biarlah perbedaan tetap ada. Karena nggak bijak juga kalo kita memaksakan orang untuk sepaham dengan kita dan menuruti kehendak kita. Tapi bagaimana perbedaan itu tetap berjalan sinergis. Tutupilah kekurangan pasangan dengan kelebihan kita. Disinilah titik temunya....

Bersambung arjuna mencari bidadari 3

Jumat, 19 November 2010

Doa Rabithah



Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini telah berpadu
berhimpun dalam naungan cintaMu
bertemu dalam ketaatan
bersatu dalam perjuangan
menegakkan syariat dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
kekalkanlah cintanya
tunjukilah jalan-jalannya
terangilah dengan cahayamu
yang tiada pernah padam
Ya Rabbi bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman
dan indahnya tawakal padaMu
hidupkan dengan ma'rifatMu
matikan dalam syahid di jalan Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

( 8:63 )

Kamis, 18 November 2010

Mawar Bodas


Mapay jalan satapap
Ngajugjug ka hiji lembur
Henteu karasa capena
Sabab aya nu diteang
Hujan angin dor dar gelap
Hunteu aya keur ngiuhan
Sanajan awak rancucut
Teu paduli kajeun teuing
Nu penting mah asal nepi
Ka tempat anu di tuju
Rek ngalongok mawar bodas
Nu moal lila ka ala
Sugan tea moal gagal
Kembang geus aya nu boga

Balik teh asa hoream leumpang ge asa ngalayang
Teu kasawang ti anggalna

Teu kapikir ti tadina

Lamun bakal nyeri hate

Hoream teu sudi teuing

Mikiran pipanyakiteun

Mikiran pipanyakiteun

Yayan jatnika

tapi geus di gariskeun ti dituna, didieu urang kudu boga carita heula sanajan peurih tapi teu bisa dipungkir
sanajan nyeri tapi eta geus takdir Kuring sadar, jodo mah kagungan gusti jauh teu kudu dibeberik
malah deukeut oge teu kareret mun geus ninggang mangsa na mah bakal datang sorangan urang hirup di dunya? aya nu ngatur Pileuleuyan geulis,....pileuleuyan!!ayeuna kuring rek lumampah jauh ti lembur
sugan bisa? pinanggih jeung kabagjaan ngahontal cita-cita nu tacan laksana.
mugia geulis panggih kabagjaan sareng manehna....


begini akh

Jadi Ikhwan
Jangan punya pikiran sempit
Mikir ko berbelit-belit
Ayo dong buru-buru merit
Jangan Cuma bisa berkelit

Begini Akh
Bukan ane ga mau nikah
Hidup ane lagi payah
Kasih dong ane jalur ma’isyah
Nanti ane buruan walimah

Jadi Akhwat
Jangan bikin syarat yang berat
Mikir ko kayak orang Barat
Nanti satupun bisa ga dapat
Jadi perawan sampai kiamat


berbagai sumber