Assalamualaikum Wr Wb

Wilujeng sumping ka sadayana di blog abdi, mugia aya manfaatna...
.









Kamis, 18 November 2010

Arjuna Mencari Bidadari 1

Jodoh, rejeki dan kematian adalah rahasia mutlak milik Allah SWT, Sang Maha Agung dan Bijaksana, tidak ada satu makhluk pun yang dapat mengetahuinya kecuali Sang Pemilik diri kita. Hal tersebut telah terpatri erat dalam pikiranku sejak dulu. Ini yang mendorongku untuk terus berikhtiar, istiqomah dan selalu ber-khusnudzankepada Allah Azza wa Jalla tentang kapan saatnya tiba menemukan belahan jiwaku.




Dalam proses pencarian diusiaku yang sudah kepala dua ini, aku berusaha unutk serius
tidak mau main-main lagi dengan keputusanku ini. tentunya semua keluargaku sudah sangat mendambakan aku segera menyempurnakan separuh dienku, apalagi ibuku.

Sungguh teramat berat menjalani hidup dengan status lajang. banyak sekali godaanya.
akhirnya selang beberapa waktu aku menemukan pasangan yang cocok buat aku. tapi sungguh berat mengutarakan padanaya. awalanya ketika bertemu biasa-biasa saja namun lama-lama sering berinteraksi denganya mulailah tumbuh beninh-benih cinta, kalau kata kang sule " prikitiw" hehehe. di tempat kerja sering ku curi pandanganya, sering ku perhatikan..hmmm ko tambah sayang saja padanya tapi ah takut dia sudah ada yang punya.setiap hari perasaan cinta semakin  tumbuh, setiap malam serasa tersiksa karna slalu ingat dan memikirkan dia...ahhh bener ini namanya cinta??? ah teu nyaho atuh, bingung, pusing, lieur mikiran awewe yang belum tentu mikirin aku.
akhirnya aku kumpulakn energi untuk mengatakan kepadanya bahwa aku mencintainya.


jam 12:30 selpas sholat dzuhur kuajak makan siang denganya, diantara sejuknya taman
kwitang dan segarnya teh botol sosro ku utarakan perasaanku padanya. dengan sikap kejantanku ku utarakan maksduku unutk mengajaknya pergi ke taman. dengan bibir kelu ku katakan padanya bahwa 'aku ingin menjadi bagian dari hidupnya, aku tak bisa membohongi diriku sendiri bahwa sejujurnya aku sangat sayang padanya'. dengan keringat dingin di keningku ku menunggu jawaban darinya. selang 5 menit diapun menjwab..'aku juga sayang sama kamu..ah etamah gebyar dunia teh asa caang, dahar ge asa mirasa mendengar jawaban darinya. akhirnya kita berdua berjanji unutk saling mengisi, saling berbagi, saling mencintai.

hari-hariku di iringi dengan semangt baru karena teman sejati yang selama ini aku cari telah aku temukan..terima kasih ya Allah engkau telah mengirimkan dia untuku, dialah yang selama ini aku impikan, dialah yang selama ini aku rindukan kini telah menjadi
miliku.selang beberapa bulan aku melawti hari bersamanya dalam suka maupun duka. sampai suatu ketika sesuatu terjadi tanpa sebab tanpa alasan, dia memutuskan unutk mengakhiri hubungn ini. serasa disambber petir ketika dia mengatakan seperti itu ketika bunga-bunga cinta telah tumbuh ketika rasa sayang semakin tumbuh dia memutuskan hubungan ini tanpa sebab. jadi inget lagunya shaden waktu sma.

oh pacarku
mengapa kau putuskan aku
padahal aku masaih sayang kamu ko kamu pergi meninggalkanku

oh pacarku
mengapa kau putuskan aku
padahal kmu berjanji padakau takan pernah

meninggalkanku

Bidadariku pergi....... walaupun pedih aku harus sabar dan mengikhlaskan dia, mungkin ini yang terbaik buat aku. ku ikuti skenario Allah yang lebih indah lagi, ikhlas dengan takdir Allah yang satu ke takdir allah yang lain

Bersambung...arjuna mencari bidadari 2

Rabu, 17 November 2010

terimalah aku


tak seperti bintang dilangit
tak seperti indah pelangi
karena diriku bukanlah mereka
ku apa adanya
dan wajahku memang begini
sikapku jelas tak sempurna
ku akui ku bukanlah mereka ku apa adanya
menjadi diriku dg segala kekurangan
menjdi diriku atas kelebihanku
terimalah aku seperti apa adnaya
aku hanya insan biasa ku pun tak sempurna
tetap ku bangga atas apa yg kupunya
setiap waktu kunikmati anugrah hidup yg kumiliki


Senin, 15 November 2010

dan bila aku mengertimu


dan bila aku mengertimu.
itu karena aku sungguh memberimu
ruang dan waktu
tak bertepi
tanpa batas
agar engkau, aku
bisa sama-sama mengerti
bahwa
tak ada yang sempurna
begitupun cinta kita
yang datang dan pergi
tanpa pernah direncanakan
pegang janjiku,
cintaku utuh
untukmu

menyepi

oh tuhan aku merasa sendiri menyepi
ingin ku menangis menyesali diri mengapa terjadi
sampai kapan ku begini, resah tak bertepi
kembalikan aku pada cahayaMu yg sempat menyala
menderang di hidupku

perlahan kucari 
mengapa diriku hampa
mungkin ada salah mungkin ku tersesat dan mungkin lagi

oh Tuhan aku merasa sendiri
ku ingin cahayaMu menerang di hidupku

Minggu, 14 November 2010

Bersamamu



bersamamu aku merasa berharga
bersamamu aku merasa ada
bersamamu aku merasa lengkap
bersamamu aku lebih membumi
bersamamu aku belajar banyak, bukan untuk menjadi pintar, tapi menjadi sedikit lebih bijak
bersamamu aku mengenali jenis cinta yang ada dan pernah kau tawarkan
bersamamu aku pernah terluka
bersamamu aku menjadi pribadi yang lebih tegar
bersamamu aku memilih tinggal untuk menjawab setiap persoalan dalam ujian hidupku
bersamamu aku makin mengerti bagaimana harus memahami hatimu
bersamamu aku belajar memaknai maaf, bukan hanya serangkaian kata
bersamamu aku harus jujur, bahwa betapa aku belum bisa melupakan
bersamamu aku menundukkan hati kita berdua
bersamamu aku menemukan butiran mutiara yang akan kita jaga selalu kilaunya
bersamamu.....genap sudah

Belajar optomis dan kerja keras dari Hajar

“Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebahagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baytullah atau ber-‘umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa‘y antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui” (QS Al-Baqarah: 158).
Ketika Ibrahim menempatkan Hajar di tempat yang gersang, tandus dan sangat asing baginya, maka Hajar pun bertanya kepada suaminya, “Apakah ini kehendak Allah?” Ibrahim menjawab bahwa apa yang ia lakukan semata-mata hanya berdasarkan perintah Allah. Karena perintah atau kehendak Allah, maka Hajar rela ditinggalkan suaminya di tempat yang gersang, tandus dan jauh dari tempat tinggal suaminya. Ia pasrah pada kehendak mutlak Allah. Ia rela ditinggalkan hanya bersama anaknya, Ismail. Tidak ada orang lain. Di sini berarti, orang Islam harus patuh dan tunduk kepada kehendak mutlak Allah.
Setelah perbekalan yang ia bawa habis, maka Hajar tidak duduk termangu dan menangis putus asa menyesali nasib. Tidak. Hajar tidak duduk berpangku tangan menunggui puteranya. Ia tidak mengharapkan keajaiban. Ia tidak mengharapkan kedatangan tangan gaib yang akan membawakan buah-buahan dari sorga dan membuatkan sungai untuk menghilangkan lapar dan dahaganya. Tidak. Ia “serahkan” anaknya kepada Allah, kemudian berlari-lari mencari air. Dari sini berarti orang harus berserah-diri hanya kepada Allah, kemudian berusaha, bukan berpangku tangan, bukan menyesali nasib, bukan meratap menangis, dan bukan berdoa mengharapkan keajaiban.
Jerih payah Hajar tidak mendatangkan hasil. Dengan sedih ia kembali ke tempat anaknya. Akan tetapi, di tengah-tengah kedukaannya itu ia terkejut: Anak yang ditinggalkannya dalam keadaan haus dan meronta-ronta di bawah “penjagaan” Allah itu ternyata telah menggali pasir dengan tumitnya dan dari tempat yang tidak disangka-sangka itu keluarlah air yang ia cari-cari. Inilah Zamzam. Ia (zamzam) diperoleh setelah berdaya upaya walau didapat bukan di tempat di mana ia dicari. Pelajaran yang bisa diambil adalah rizki hanya diperoleh hanya melalui usaha, setelah usaha. Kalau dari tempat usaha (beraktifitas, beramal) itu tidak mendapatkan apa-apa, bisa jadi Allah akan memberinya dari tempat lain yang tak terduga sebelumnya. Jadi, bisa saja rizki yang diperoleh itu tidak dari tempat di mana ia berusaha/bekerja. Di sini berlaku yarzuqhu min haytsu la yahtasib (memberinya rizki dari tempat yang tidak disangka-sangka).
Hajar mencari air dimulai dari bukit Shafa, kemudian berlari ke bukit Marwa. Shafa berarti “kesucian” dan Marwa berarti “kemurahan dan kemaafan.” Berlari-lari kecil dari bukit Shafa ke bukit Marwa disebut Sa‘y. Kata sa‘y merupakan bentuk mashdar dari kata sa‘a - yas‘a - sa‘yan yang berati “berusaha, berkerja, berjalan, berlari.” Sa‘y ini dilakukan dengan gerak mau ke depan di jalan yang lurus. Ini berarti, orang harus berusaha. Usahanya diawali dari tempat yang suci, dengan niat yang suci dan dijalani dengan bergerak maju di atas jalan yang lurus. Berlari bolak-balik adalah sebuah evaluasi diri yang senantiasa harus dilakukan untuk menilai diri supaya kerja/usaha yang dilakukan tetap berpijak pada tempat yang suci, niat yang suci, dan tetap ditempuh di jalan yang lurus, jalan yang benar.
Hasil dari usaha itu berakhir di Marwa yang berarti “kemurahan dan kemaafan.” Artinya, hasil usaha tidak untuk dinikmati sendiri, tetapi untuk kepentingan bersama, sebagaimana air Zamzam bukan hanya untuk Hajar dan Ismail, tetapi untuk seluruh umat manusia. Kalau ternyata orang yang ikut menikmati hasil usaha itu tidak berterima kasih kepadanya, maka ia harus berlapang dada memaafkannya.
semoga amal ibadah ibadah haji dan kurban kita di terima Allah Swt.
Wallahu a‘lam

Rabu, 03 November 2010

Ngaliwet

Rindu dengan suasana alam desaku yang indah,rindu dengan sejuknya udara pagi, ah jadi pengen pulang kampung nih...tos jenuh hidup dijakrta teh, hidup penuh dengan kepalsuan, individualistis, matrealististis segala sesuatu hanya dinilai dri tampilan luarnya saja, saling sikut, cari muka...ahhhhh  udh pengen pergi dari kota ini. pengen hidup dengan kedamain, ketentraman jauh dari kebisingan kota, jauh dari polusi, hidup tenang didesa, ibadah dengan tenang...dari pada bt saya telepon saja temen-teman di kampung, kringg..kringg nada suara hp temn saya..assalamualikm jawabnya 'ieu saha', jawab saya 'ieu dedi anu pang bageurna..' ooh sia ustad keur naha maneh iraha balik wang ngaliwet yeuh, jawab si obud, heuh aing ge hayang balik yeuh geus jenuh, kuring nembalan...ceuk si obud 'age balik bwa calon pamajikan ari maneh payumah hahahaha, age kawin bisi kaburu taihiangan' gkgkgkgg manehna seuri ngagakak... ceuk kuring teh 'heuh aing ge da hayang age kawin tapi can boga modal, manenya rek diparaban huut hahaha'...si obud balik ngajawab 'geus pokonamah sabtu kudu balik urang ngaliwet yeuh jeung peuteuy yeuh keur meumeujuehna ngenah'...kuring ngajawab..'nya ke sabtu urang balik sadiakeun wae peuteuyna tong dibeakeung..tuttut..hp dimatikan, ah pokonamah akhir pekan ini harus refresing dulu mudik ke kampung. rindu kampung halaman, rindu keluarga, rindu maenbal, rindu ngaliwet.
si obud kuncen penjaga sindangpano

hari sabtupun tiba dengan semangat yang membara saya meninggalkan jakarta unutk 2 hari kedepan. Akhirnya sampe juga di didesaku, desa sindangpano desa anu resik, desa anu pohara indanhna, di kelilingi oleh gunung-gunung, sungai yg mengalir dengan jerihnya, dekat pohon dangdeur disitulah rumahku...

selepas sholat magrib saya sms si obud, 'bud jadi ngaliwet teu? ceuk kuring teh. si bud ngabalas ' isukan wae bari nempo bola ayeuna urang keur narik ka cirebon'. janjian ngaliwet sama si obud dan teman-teman satu angkatan diundur jadinya besok malam.

tiba-tiba dari arah belakang mang rohadi datang. ' maneh iraha datang de?' saya menjawab..'tadi jam 4an'..mang rihadi nanya lagi..' menta ih keur meli roko ieu sungut asa asem'..kuring ngajawab..'yeuh sapuluh rebuge cukup lain?...'cukup kata mang rohang...wa kari ngajak ngaliwet cenah de?..ceuk mangrohang teh...hayu kuring ngajawab.

malamnya sekitar jam 9 di pos ronda pada ngalaliwet sama godog entog, ada wakari, si soim, lanceuk, mang radinah, si wahyudin, pada menikamti nasi liwet tak ketinggalan sambal hijau dan pete muda..ah nikmat sekali walaupun makan sederhana tapai kalau sama-sama serasa nikmat, ternyata nasi liwet lebih nikamt bagiku daripada KFC, hokben, atau solaria. memakan nasi liwet sama godog entog penegnya nambah terus kalau seandainya perut blm penuh inginya menhgabiskan tuh nasi liwet, sayang perut ada batasnya. setelah perut kenyang penyakit ngantuk mulai menyerang, saya pamit sama teman-teman di ronda mau tidur duluan..gubrak tubuhku jatuh ke tempat tidur langsung terlelap bermimpi indah bertemu bidadari berkerudung putih..hehehe

paginya si obud sms mengajak janjian untuk bakar ikan di waduk sindangpano, wuiiih mantab kayanya nih. siangnya selepas dhuhur aku meluncur menggunkan motor vixion yg belum lunas menjemput teman-temanku unutk bakar ikan di waduk ciceuri. sesampainya di waduk ciceuri langsung mencari tempat yang enak baut bakar ikan tepatnya di atas waduk agar bisa melihat pemandangan air bendungan dan birunya gunung ciremai..ahh indahnya...ikan bakar sudah dibakar bersama dengan samabal kecap nasi liwet pete muda saya bersama teman-teman menikamti nikamatnya ikan mas bakar tak lupa duegan muda sebagai minumanya menambah sempurnanya makan siang kali ini. denag diselingi canda teman-temanku yang terus memprovokasi 'kapan nikah' membuatku berfikir keras unutk mencari jawabaan ats pertanyaan itu...hehe maklum lagi jomblo. selesai makan dan menikamti pemandangan desa saya dan teman-teman pulang kerumah unutk persiapan sorenya maenbola bersama kesebelasan singajaya FC.
yah begitulah... semuanya asik semuanya indah semuanya nikmat pulang kampung ngaliwet bersama teman-teman....





di waduk sindnagpano lagi ngaliwet